RupiahToken Blog
Mengupas Peran Stablecoin sebagai Masa Depan Cryptocurrency
Share this

Mengupas Peran Stablecoin sebagai Masa Depan Cryptocurrency

Apakah kamu salah satu dari orang-orang yang khawatir dengan volatilitas aset kripto yang tinggi? Bagaimana jika ternyata ada aset kripto dengan harga yang lebih stabil? Kamu pasti nggak mau ketinggalan informasi ini. Apalagi jika kamu seorang maniak kripto!

Dalam diskusi panel berjudul “Stablecoin & The Future of Currencies” yang diadakan di Capitol 16, Rupiah Token bekerja sama dengan Tokocrypto, bursa cryptocurency, dan Digix, stablecoin yang di-backed oleh emas, dalam mendidik masyarakat tentang keamanan transaksi mata uang kripto dengan menggunakan stablecoin—aset kripto yang didukung oleh komoditas seperti emas atau mata uang fiat.

Pada diskusi tersebut, Anthony Thio sebagai Chief Product Officer (CPO) Rupiah Token menjelaskan peran stablecoin sebagai kelas baru dari aset kripto yang menawarkan stabilitas harga karena didukung oleh aset berwujud. Rupiah Token (IDRT) sendiri merupakan token pada blockchain yang harganya stabil karena didukung oleh 1:1 dengan cadangan mata uang Rupiah di bank Indonesia. Saat ini IDRT tersedia pada dua blockchain: Ethereum (sebagai token ERC-20) dan Binance Chain (sebagai token BEP-2).

“Meskipun ada banyak stablecoin yang beredar di dunia kripto, namun belum ada satupun stablecoin Rupiah di blockchain. Rupiah Token hadir sebagai solusi atas masalah tersebut. Kami bertujuan untuk memberikan kepada Indonesia cara yang aman dan mudah menggunakan Rupiah di blockchain, seperti untuk perdagangan kripto di bursa kripto global. Saat ini IDRT dapat digunakan di beberapa bursa seperti Binance Dex, Uniswap, DDEX, Bamboo Relay, dan DEX.AG,” papar Anthony menjelaskan dalam presentasinya.

Selain stablecoin yang nilainya didukung oleh mata uang fiat, ada juga jenis stablecoin yang nilainya setara dengan emas, seperti Digix (DGX). Token Digix didukung oleh cadangan emas, di mana 1 DGX mewakili 1 gram emas di The Safe House Singapura. Token DGX ditawarkan di blockchain Ethereum dan menggunakan protokol Proof of Provenance, di mana setiap dokumen yang terkait dengan pembelian, penyimpanan, dan audit setiap potongan emas diunggah untuk dilihat publik.

Kembali ke Rupiah Token, dalam proses pembelian IDRT pun sangat cepat dan mudah. Kamu hanya perlu menyetor uang ke rekening bank kustodian Rupiah Token. Kemudian, jumlah yang setara dengan IDRT akan dikirim secara otomatis ke alamat dompet kripto milikmu. Semua proses ini hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit.

“Selain itu, ini adalah pertama kalinya orang Indonesia dapat menyimpan rupiah pada blockchain dengan private key mereka sendiri. Jadi mereka memiliki kendali penuh atas uang mereka tanpa harus bergantung pada orang lain,” kata Anthony.

Untuk rencana jangka panjang, Rupiah Token ingin agar stablecoin dapat digunakan untuk melakukan transaksi keuangan antar negara, seperti cross-border remmitance dan juga global inbound donation.

Mengenai Rupiah Token

Didirikan pada Januari 2019, PT Rupiah Token Indonesia adalah pembuat IDRT, stablecoin pertama yang di-backing 1:1 dengan Rupiah Indonesia. IDRT sekarang dapat digunakan di banyak bursa mata uang digital (seperti Binance DEX, Uniswap, Bamboo Relay, DDEX, dan DEX.AG) dan dompet (seperti Trust Wallet, Ledger Nano S, dll).

Kontak kami

Untuk bermitra atau kesempatan kolaborasi lainnya, mohon hubungi [email protected] atau kunjungi rupiahtoken.com untuk mengajukan permintaan.

Telegram (EN): https://t.me/rupiahtokeninternational
Telegram (IDN): https://t.me/rupiahtokenindonesia
Twitter: https://twitter.com/RupiahTokenIDRT
Website: https://rupiahtoken.com/
Blog : https://rupiahtoken.com/blog

Rupiah Token Logo
    Sumber-sumber
    Hubungi Kami
    Icon - Location

    The City Tower Lantai 27, Jalan M.H Thamrin No.81, Menteng, Jakarta Pusat - DKI Jakarta 10310

    Sertifikat Audit

    ©2020 PT Rupiah Token Indonesia